Popular Posts

CHIT CHAT


ShoutMix chat widget

My Blog List

Followers

Nuffnang

KEHIDUPAN INI

Bila kita menyedari hakikat apabila hati penuh dengan sayang,

Semua perkara di sekitar kita kelihatan indah dan cantik.

Apabila hati penuh dengan kebencian,

semua perkara dipandang buruk dan senantiasa membawa masalah.

Mungkin sahaja apa yang kita sayangi,

bukan yang terbaik buat kita.

Dan mungkin sahaja yang kita benci adalah yang terbaik untuk kita.

Dengan itu, bersederhanalah dalam segala hal.

HIDUP ini susah kita nak DUGA...

Kadangkala kita rasa DEKAT dengan seseorang tu...

TAPI sebenarnya JAUH....

Walaupun kita dapat BERSAMA dia...

Belum tentu HATI dia dapat kira SELAMI...

Mungkin kita boleh buat dia KETAWA..

Tapi kita tidak tahu apa makna SENYUMANNYA....

Bila dia menangis, kita rasa kita dapat MEMUJUKNYA...

Walhal kehadiran kita langsung Tak DISEDARI....

Rencah dunia kita tidak akan tahu siapa KAWAN dan Siapa LAWAN...

Sehingga sampai saat kita JATUH TERSUNGKUR..

Adakah tangan DIHULURKAN atau DITINGGALKAN.....

BILA HATI SEDIH

BILA HATI SEDIH
Bila hati itu sedih, semua yang berada di sekeliling sedih, samar, suram, tidak ceria. Tiada senyum menghiasi bibir Sedih dalam erti kata dilanda musibah atau ditinggalkan atau dipermainkan oleh seseorang mungkin jugak diucapkan kata itu yang menjadi ayat keramat dan teramat luka....mencarikkan hati & menjadikan kita mempersoalkan mengapakah aku menjadi sasaran tidak orang lain. Aku kah yang bersalah atau sudah ditakdirkan begitu atau sudah tersurat di azali ini akan terjadi pada diriku? Teringat pesan Mak dan juga pesan orang tua2 dulu, jangan terlalu gembira,ketawa besar sampai tak ingat dunia.. Takut2 nanti sekejap ketika bertukar menjadi tangisan dan duka. Ya benar! Sekelip mata saja semuanya berubah. Terasa baru saja semalam kita bergelak ketawa, tapi hari ini, kita bagai orang asing di dalam dunia yang sama. Saling membisu dan ibarat tidak mengenali antara satu sama lain. Hati aku menjadi sayu tiba-tiba. Suram, sunyi dan begitu asing terasa. Mungkin benar aku yang bersalah. Tapi bukankah aku sudah memohon kemaafan dari dia? Apakah tiada sekelumit rasa kasih seorang teman, atau apa saja di hati dia? Atau mungkin hanya aku saja yang selama ini begitu menyayangi dia seperti saudara sendiri? Aku perlu padamkan kesedihan di hati. Aku perlu tabahkan jiwa. Aku harus bangun dengan kekuatan. Jalan itu bukan kesudahan.Aku pasti ada hikmat dan iktibar pada kejadian itu .Allah menguji ketabahan dan kekuatan jiwa aku. Ya Aku harus muhasabah diri. Aku harus menganggap apa yang berlaku suatu suratan dan urusan Allah semata....kerana kita banyak merancang tetapi ketentuan itu datang dariNYA.... Waalahu'alam....

Dari ALLAH tentang CINTA

Cinta adalah bahagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Cinta berada di dalam hati kita namun dapat memancar keluar dengan aneka rupa ekspresinya. Cinta dapat membangun akhlak serta mengatur langkah dan tingkah laku kita.

Sebagai seorang muslim, marilah kita lihat apa yang Allah sampaikan tentang cinta di dalam kitab-Nya, Al Qur’an.

Cinta atas kesenangan dunia

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia , yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunkecintaan kepada apa-apa yang diinginiia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). [Ali Imran, 3:14]

… mereka (orang-orang kafir) mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat,… [An Nahl, 16:107]

Mengorbankan apa yang dicintai

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. [Ali Imran, 3:92]

Cinta orang yang beriman

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. [Al Baqarah, 2:165]

… tetapi Allah menjadikan kamu “cinta” kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus, [Al Hujurat, 49:7]

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad saw.), niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [Ali Imran, 3:31]

*sumber dari : blog al habib

© 2008 . Adapted to Blogger by Zona Cerebral, design by Arcsin Web Templates.